FF YeWook: Reflection I part 6

Published November 5, 2012 by hyesung21403

Drrt Drrt Drrt

“Yeobosaeyo?” ucap Sungmin sambil mengangkat telepon

“Bagaimana, Hyung? Dia bersamamukan sekarang?” Tanya Kyuhyun santai

“Bersamaku? Yang benar saja! Sekarang Wookie bersama dengan Yesung!” ucap Sungmin kesal. Lagi-lagi setir mobil yang dia banting

“Tenanglah hyung. Aku yakin kau bisa mendapatkannya.” Ucap Kyuhyun tenang

“Eotthe?”

“Aku akan segera mengadakan pertunangan kalian.”

Reflection I

Author: Park Hyesung

Pairing: YeWook, slight KyuWook, MinWook, TeukWook, HaeWook, Henry and Kibum

Genre: Romance, Tragedy

Rate: T

Summary: sebesit memori terus masuk kedalam otak Ryeowook. Apakah Tan Ryeowook benar-benar Kim Ryeowook yang dikenal kelima namja itu?

Warning: GenderSwitch, Typos, EYD tidak sesuai. Terinspirasi dari VCR SS4 Osaka untuk lagu Storm. Hanya saja, alur yang berbeda.

Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka untuk kepentingan cerita. Tak suka dengan pairing ini? Tinggal keluar dari halaman ini kok ^^

“Kita mau kemana? Langsung pulang saja ya?” Tanya Yesung saat di persimpangan lampu merah.

“Hmm, tapi aku tak mau langsung pulang. Bosan kalau sendirian di rumah. Kyuhyun oppa belum pulang sih. Kita main kemana dulu yuk.” Jawab Wookie semangat

“Ok! Aku tahu tempat mana yang seru ^^” Yesung langsung pergi ke café seseorang. Café hyung tirinya…

Klining! (?)

Suara bel di pintu masuk terdengar ke seluruh arah “Selamat da– Yesung! Ryeowook!” ujar Leeteuk girang

“Hyung!” Yesung memeluk Leeteuk erat. Seakan tak bertemu hyung-nya lama sekali. “Boggoshipo!” lanjut Yesung sambil me-eratkan pelukannya.

Ryeowook sendiri tersenyum lembut. “Oppa!” panggilnya manja.

“Ah! Wookie-ya!” Leeteuk melepaskan pelukan Yesung dan langsung memeluk tubuh mungil Ryeowook. Betapa bahagianya mereka sekarang ini.

Yesung mempoutkan bibirnya. Merasa sedikit kesal karena Ryeowook dan Leeteuk begitu lama berpelukan. “Hyung! Dia itukan yeoja-ku!” Ryeowook ditarik tanganya sehingga dia terlepas dari pelukan Leeteuk menjadi berpelukan dengan Yesung.

Ryeowook di dekap begitu lembut. Karena debaran jantungnya menjadi meningkat, dia menyembunyikan kepalanya di dada bidang Yesung. “Huh! Kukira kalian ke sini untuk mengunjungi-ku. Ternyata malah untuk pacaran.”

“Kkk~ aku kesini untuk kencan kok. Sekalian untuk bertemu dengan hyung. Kalau tak mau kita pergi saja.” Yesung berbalik dan berjalan keluar tapi ditarik oleh Leeteuk. “Ish, kau ini. Selalu saja ngambek. Sana cari tempat duduk.” Yesung mengeluarkan cengirannya. Sedangkan Ryeowook? Hanya diam saja.

Yesung melihat tempat duduk yang kosong, segera menarik tangan Ryeowook lembut dan mengajaknya duduk disana. Leeteuk pergi ke dapur untuk membuatkan kopi.

“Ah, sudah lama sekali aku tidak datang kesini bersamamu, Wookie.” Yesung tersenyum lembut kepada Ryeowook. Tiba-tiba saja, Ryeowook merasa wajahnya sedikit panas.

“Memangnya kapan kau mengajakku kesini?” Tanya Ryeowook polos. Yesung tersenyum lagi mendengarkan pertanyaan Ryeowook. Dia mengusap kepala Ryeowook lembut, “Suatu saat nanti, kau pasti akan mengingatnya. Aku tahu itu”

Drrt Drrt Drrt

Ponsel milik Ryeowook bergetar. Menandakan ada telepon yang masuk. Dia segera mengambil ponsel dari tas sekolahnya.

“Yeobosaeyo, Kyu oppa. Wae geurae?” Tanya Ryeowook penasaran

“Bisakah kau pulang sekarang? Aku dan Sungmin hyung sudah menunggu dirumah. Kau akan segera pergi ke toko untuk beli baju.” Ujar Kyuhyun diseberang sana.

Ryeowook mengerutkan kening heran, “Buat apa baju itu?”

Kyuhyun terkekeh sedikit, “tentu saja untuk pertunanganmu dengan Sungmin hyung. Aku tak menunggu lama, arra? Jadi cepat pulang kerumah sebelum kau tak akan kuijinkan pulang.”

Setelah itu, sambungan teleponpun putus. Ryeowook bingung apa yang harus dilakukannya. Di taruhnya ponsel ke dalam tasnya dengan hati-hati kemudian menatap wajah Yesung dan Leeteuk yang sedang menyeruput kopi.

Kedua kakak beradik tiri itu pun terlihat tersenyum gembira. Entah karena apa itu. Ryeowook jadi tak tega kalau dia harus bilang akan pulang sekarang.

Jujur, Ryeowook sangat senang disini melihat kedua orang yang sangat disayanginya itu. “Tadi siapa yang telepon, Wookie?” Tanya Leeteuk tiba-tiba.

Ryeowook sempat terdiam untuk memikirkan jawaban bohongnya, “Tadi Kyu oppa bilang akan membelikanku baju. Katanya sih untuk pesta ulang tahun temannya. Tapi kutolak saja.” Jawab Ryeowook berbohong.

Dia masih ingin disini. Bersama dengan kedua orang yang dia rasa sudah sangat dikenalnya.

“Sebentar ya, Wookie. Aku mau ganti baju dulu.” Ujar Yesung kemudian pergi ke ruangan staff. Leeteuk sedikit tersenyum melihat ekspresi bingung nan imut milik Ryeowook.

“Dia bekerja disini, Wookie. Sebagai penyanyi café disini.” Jelas Leeteuk membuat Ryeowook mengangguk patuh.

“sebentar ya, Wookie. Aku harus bekerja lagi.” Leeteuk meninggalkan Ryeowook yang duduk disana. Dia berjalan kearah kasir yang sedang menyuruhnya mengantarkan pesanan kepada pengunjung lainnya.

‘Sosok ini…’ batin Ryeowook. Tiba-tiba sebesit ingatan lewat di kepalanya.

#FlashBack#

“Oppa! Aku pesan juga tahu disini!” seru Ryeowook yang menunggu di café milik seseorang yang sangat ia kenal.

“Chamkkaman, Wookie. Aku sedang sibuk. Tunggu sebentar.” Ucap namja tinggi berambut pirang itu. Ryeowook mendengus kesal.

Matanya memerhatikan tubuh namja itu, “Leeteuk oppa kejam. Aku harus tunggu disini berapa lama lagi coba?” gumam Ryeowook.

“Mianhae, Wookie! Aku sibuk tadi.” Tiba-tiba Leeteuk duduk di sebelahnya dan memberikan jus jeruk pesanannya.

Ryeowook kembali mendengus kecil. Dan memeluk lengan Leeteuk manja. “oppa tak boleh terlalu lelah. Nanti kalau seperti ini terus, bagaimana oppa bisa datang ke pesta pernikahanku?”

“Aigoo~ dasar yeoja manis. Kau memang pantas jadi adik iparku.” Ucap Leeteuk sambil mencubit gemas hidung Ryeowook

#FlashBack End#

“Jadi Leeteuk oppa itu..” Ucap Ryeowook tak percaya. “Mian, lama Wookie.” Leeteuk tersenyum manis seperti tadi dan duduk disebelah Ryeowook.

“Oppa, Leeteuk oppa pernah bilang tidak ke Kim Ryeowook kalau ia akan menjadi adik ipar oppa?” Tanya Ryeowook ragu. Leeteuk memasang pose berpikir.

“Ne. Jangan-jangan kau mengingatnya, Wookie.” Ujar Leeteuk senang. Ryeowook mengangguk ragu lagi.

Leeteuk segera memeluk Ryeowook erat. “Chukae, Wookie!” Yesung yang baru keluar dari ruang staff segera bergabung.

“ada apa ini?” Tanya Yesung bingung. “Wookie sudah mengingatku!” mata Yesung membulat. “Mwo?”

Tiga jam sudah berjalan, disisi lain Kyuhyun sudah mondar mandir menunggu kehadiran Ryeowook. “Kemana sih anak itu? Sudah kukatakan harus cepat pulang.” Gumam Kyuhyun kesal.

“Jangan-jangan mereka berdua sedang melakukan hal tak senonoh lagi.” Jawab Sungmin asal sambil mempoutkan bibir di sofa.

Deg!

Jantung milik Kyuhyun berdetak dua kali lebih cepat ketika melihat posisi imut Sungmin. ‘God, jangan biarkan aku jatuh cinta kepada calon adik iparku’ doa Kyuhyun dalam hati.

“Aish, hyung jangan berpikir mesum. Mereka mana mungkin bisa melakukan hal ‘itu’. Kalau bisa, tak segan-segan kubunuh Yesung itu.” Kyuhyun akhirnya duduk di sebelah Sungmin.

“Lebih baik aku menelponnya lagi.” Lanjut Kyuhyun kemudian menelpon lagi.

Sedangkan keadaan Ryeowook, dia sekarang sedang berada di bangku taman. Yesung mengajaknya ke sana karena ia sudah selesai bekerja. Lagi pula, keadaan sore hari seperti ini cocok untuk duduk disana.

“Ini untukmu.” Yesung menyodorkan sesuatu tepat di depan wajah Ryeowook yang sedang melamun melihat kearah anak-anak kecil yang bermain bola dengan riang.

Ryeowook mengambilnya dengan lembut kemudian meniup gelas yang berisi kopi hangat. Uap kopi masih mengepul di atas gelas plastic tersebut.

Yesung sudah meminum kopi itu terlebih dahulu, Ryeowook mengidik ngeri. “Memangnya tak panas ya hyung?”

“Tentu tidak jika aku selalu melihat wajahmu.” –Blush- pipi Ryeowook memerah. “Aigoo~ ternyata disini ada apel merah.” Goda Yesung membuat Ryeowook memalingkan wajahnya.

“Wajahmu kenapa, Wookie?” Tanya Yesung sambil berusaha menatap wajah Ryeowook. Karena tak ada jawaban, Yesung mengangkat tubuh mungil Ryeowook ke pangkuannya. Tepat di pangkuannya. Gelas berisi kopi itu pun jatuh. Sekarang wajah mereka berhadap-hadapan. Detak jantung mereka saling berlomba suara (?).

“Kapan…” ucap Yesung terputus. Ryeowook mengerutkan keningnya sambil memegang bahu Yesung agar dia tak jatuh ke pelukan Yesung sepenuhnya.

Yesung mengeratkan pelukan tangannya di pinggang ramping milik Ryeowook dan menghela nafas untuk mengatakan apa yang ada dipikirannya selama ini, “Kapan kau bisa mengingatku? Kapan kau bisa menjadi milikku lagi?”

“Aku tahu ini aneh, Wookie. Tapi kau benar-benar mirip dengan Kim Ryeowook. Segalanya sangat mirip. Dari kebiasaan, sifat, juga wajahmu. Aku hanya takut jika aku harus merelakanmu dengan namja lain seperti dulu. Aku takut kehilanganmu lagi, Wookie. Hiks…” isakan kecil keluar dari bibir namja bermata sipit itu.

Air mata yang sedari tadi ia tahan agar tak keluar ternyata tidak bisa diajak bekerja sama lagi. Air mata itu bertanda dia tak ingin kehilangan belahan jiwanya lagi.

Ryeowook hanya diam menunggu perkataan Yesung selanjutnya. “Aku tak mau kehilangan kau lagi. Kau, terlalu berharga untukku. Bahkan kau bilang, aku tak boleh menyusulmu ke alam sana. Kau bilang kita akan bertemu lagi, Wookie. Jadi aku setia menunggumu.”

Yesung semakin menangis begitu juga dengan matahari yang akan kehilangan cahayanya sebentar lagi di ufuk barat sana. Hati milik Ryeowook, terasa seperti di tusuk pisau mendengar tangisan milik Yesung.

Memang Ryeowook belum mengenal Yesung sepenuhnya, tapi entah kenapa sakit di hatinya begitu menyakitkan hingga ingin membunuhnya.

“Oppa, hiks..” akhirnya Ryeowook ikut menetaskan air matanya. Tangan lentiknya berusaha menghapus air mata milik Yesung yang sudah mengalir di pipi chubby-nya.

Yesung perlahan memajukan wajahnya. Deru nafas Ryeowook jadi tak karuan. Perlahan ia menutup matanya.

Chup~

Bibir Yesung bertemu dengan bibir kissable milik Ryeowook dimalam hari itu. Perlahan Yesung melumat bibir milik Ryeowook. Kemudian, refleks tangan Ryeowook mengalung di leher milik Yesung.

“Engh..” lenguh Ryeowook ketika Yesung menggigit sedikit bibir Ryeowook untuk meminta akses masuk lidahnya.

Ryeowook yang mengerti segera membuka mulutnya dan membiarkan lidah Yesung masuk kedalam rongga mulutnya.

Lidah Yesung bermain-main di dalam goa sembab itu sambil terus memeluk Ryeowook agar lebih mendekat lagi.

Suara kecipak terdengar di malam sepi taman itu. Setelah beberapa saat kemudian, Ryeowook mendorong tubuh Yesung karena sudah kehabisan oksigen.

Ryeowook memalingkan wajahnya yang merah itu sambil terus meraup oksigen dengan rakus. “Wookie…” ujar Yesung terengah-engah.

Yesung segera mengendong Ryeowook ala bridal style menuju motornya. “Ayo kita lanjutkan di apartemenku”

***************************************************
“Aish, kemana sih Wookie? Kenapa dia tak mengangkat teleponku?” Ucap Kyuhyun marah. Dia menegok kearah Sungmin yang tertidur pulas di sofanya dengan posisi duduk.

Perlahan tangannya mengelus pipi Sungmin, “Kuharap kau menyukaiku hyung.” Kyuhyun mengecup kening Sungmin lembut dan mengangkatnya ke kamar tidurnya.

To Be Continue
OR
The End?

Hello, hello! *dance Hello-SHINee* I’ll Be back xD *Dance I’ll Be Back-2PM* saya kembali dengan FF Reflection I ^^ semoga ini cukup panjang ._. saya lagi kehabisan ide cerita TT.TT pengennya buat ini jadi chap pertunangan MinWook eh nggak jadi. Karena, otak bejat author keluar xD oke oke, untuk FF ini, YeWook akan berbuat NC, author udah siapin FF NC nya loh xD judulnya From U. silahkan kunjungi WP ku yang ingin baca FF NC nya YeWook yang versi ini yoo ^^

4 comments on “FF YeWook: Reflection I part 6

  • Ini yesung bikin aku on , yewook bakalan ncan ? *reader yadong*
    kyu apa apaan kyu ? jadi ? selama ini ? kyu ke sungmin tuh ? Trus, kenapa jadi maksa sama wookie ?
    Ah thor yewook bersatu yah plis

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

    %d bloggers like this: